Senin, 18 April 2011

BURUNG NURI

Dari 65 spesies nuri yang ada di dunia, 40 di antaranya terdapat di Indonesia. Kawasan timur Indonesia termasuk sorga nuri. Hampir semua burung nuri di Indonesia bermukim disini. Irian Jaya, Sulawesi, Maluku, dan Flores merupakan habital nuri dengan warna-warni eksotik. Begitu terbatasnya penyebaran ini pada satu kawasan pulau saja, hingga ada nuri yang dinamai sesuai daerah asalnya.Burung hias favorit ini memang identik dengan keceriaan karena banyaknya variasi warna-warni bulunya. Tak heran jika di tahun 1970-an, burung tropis ini pernah menjadi syair sebuah lagu popular.

Tidak banyak burung berwarna nenarik yang benar-benar dapat dipelihara sebagai burung hias. Apalagi bila jenis warnanya berbeda-beda. Burung nuri termasuk salah satu burung hias berbulu indah yang paling popular. Ukurannya sangat cocok untuk dipajang sebagai peliharaan. Tidak terlalu besar seperti burung-burung paradise, atau terlalu kecil seperti burung-burung parkit. Disamping itu nuri biasanya lebih mudah dikembangbiakkan sehingga kelestariannya dapat dijaga.

Burung nuri dikelompokkan ke dalam parrot. Secara garis besar, nuri memang dikelompokkan ke dalam keluarga burung paruh bengkok berkaitan bersama burung kakaktua dan betet. Dalam pengklasifikasian, nuri dimasukkan ke dalam ordo Psittaciform. Ordo ini terdiri atas tiga famili yaitu Loriidae (nuri-nurian), Cacatuidae (kakaktua), dan Psittacidae (betet). Kelompok ini ditandai dengan sosoknya yang kokoh, kepala besar, paruh kuat dan berkait, kakinya kuat serta lincah, dan dua jari menghadap ke belakang. Burung warna-warni bersarang di lubang-lubang pohon dan kebanyakan memakan buah-buahan, biji-bijian, dan tepungsari. Mereka senang terbang cepat dengan suara yang keras serta tajam.

Belahan bumi beriklim tropis memang pantas diibaratkan sorga bagi aneka ragam satwa. Burung nuri yang kaya dengan warna-warni pun memilih kawasan ini sebagai habitatnya. Di seluruh dunia, mereka umumnya menyebar di daerah Australia tropis, Asia Tenggara, India, Guinea, Afrika Tengah dan Utara, serta Amerika Selatan. Burung jenis ini sangat menyukai daratan rendah di daerah hutan hujan tropis. Di tempat ini mereka bebas berterbangan di antara cabang-cabang pohon serta merambati dahan untuk mencari buah-buahan dan bunga-bunga hutan.

Namun demikian beberapa spesies tertentu ditemukan juga di daratan tinggi dan daerah berbatu karang. Di Indonesia, kawasan timur ternyata lebih cocok ditempati nuri. Nuri-nuri dari kawasan ini umumnya memiliki warna yang sangat menarik. Terkadang semua warna dasar menghiasi tubuhnya hingga pantas dinamakan nuri pelangi. Beberapa subspecies nuri pelangi menyebar di beberapa pulau di kepulauan Maluku, sepanjang pantai Pulau Irian, Bali, Lombok, Flores, dan Sumbawa. Nuri-nuri yang berwarna eksotik lainnya seperti nuri merah kepala biru, nuri merah kepala hitam, nuri hijau dan kuning, serta nuri dengan aneka warna bulu, semua menyebar di pulau-pulau timur Indonesia. Berikut ini adalah uraian beberapa nuri kebanggaan yang menjadi bagian kekayaan fauna Indonesia.

Nuri Merah Kepala Hitam

Nuri merah kepala hitam (Lorius domicellus) atau purplenapel lorry termasuk genus Lorius. Kelompok nuri ini berukuran sedang, pendek, dan ekornya agak membulat. Bentuk bayi nuri ini tidak banyak berbeda dengan yang dewasa. Hanya warna bulu pada ujung sampai bagian tengah ekornya yang agak berbeda. Nuri merah kepada hitam merupakan burung asli Pulau Seram dan Ambon, kemudian disebarkan juga di Pulau Baru. Biasanya ditemukan berpasangan di hutan-hutan daerah pegunungan. Nuri jenis ini lebih populer sebagai burung pelihalaan masyarakat setempat.

Nuri Merah

Nuri merah (Eos bornea) alias red lorry hanya menempati di pulau-pulau kepulauan Maluku. Nuri yang memiliki warna mencolok merah terang ini bermukim di pulau Ambon, Baru, Saparua, Goram, Seram, Seram Laut, Kepulauan Watubela dan kai. Nuri dari genus Eos ini agak sulit dibedakan dari genus Chalcopsitta, sebab sering juga ditemukan di tempat yang sama. Selain warnanya yang sama merah. Tidak terlibat bagian telanjang di bawah leher dan ekornya lebih pendek dari Chalcopsitta. Ada 4 subspesies yang telah dikenali yaitu E.b. bornea di ambon dan Saparua, E.b. cyanonothus yag terbatas di pulau Baru, E.b. rothschildi hanya di pulau Seram, dam E.b. bernsteini di Kepulauan Kai, Goram, Seram Laut, dan Kepulauan Watubela. Nuri merah berukuran 31 cm dengan warna bulu didominasi merah terang dan putih di bagian bawah tubuhnya. Iris berwarna merah dan kaki abu-abu gelap. Bayi nuri merah memiliki warna merah pada rahang, bulu tubuh bagian bawah berwarna abu-abu cokelat, serta paruh berwarna kehitaman.

Nuri Hitam

Nuri hitam (Chalcopsita atra) atau black lorry juga termasuk genus Chalcopsitta. Nuri dalam kelompok ini berukuran sedang agak panjang dan ekornya lebih melingkar. Sosoknya terlihat mencolok. Nuri ini menyebar di sekitar daerah kepala burung Pulau Irian dan beberapa pulau di sekitarnya.

Ada 4 subspesies, yaitu C.a. atra, C.a. bernsteini, C.a. insignis, dan C.a. spectabilis, semuanya memiliki bentuk unik terutama C.a . spestabilis, menyukai puncak-puncak hutan, pohon yang bersih dan padang savanna. Burung ini juga ditemukan di pohon-pohon palem di derah karang dan pantai. Mereka terbang dalam kawanan besar di antara pohon-pohon berbunga. Ukuran nuri jenis ini agak besar, yaitu 32 cm. Warna hitam menutupi tubuhnya dengan sedikit warna ungu mengkilap. Iris mata berwarna orange merah sedangkan kakinya abu-abu. Bayi nuri hitam memiliki kulit gundul di sekitar mata dan rahang yang rendah berwarna putih. Iris matanya berwarna cokelat gelap.

Nuri Aru

Nuri aru (Chalcopsitta sintilata) alias yellow-streaked lorry menyebar di Kepulauan Aru, selain ditemukan juga di belahan selatan Pulau Irian. Ada tiga subspesiesnya yatu C.s. sintillata yang menyebar di daerah Papua Nugini, C.s. Chloroptera di tenggara Papua Nugini, dan C.s. rubrifrons yang di temukan terbatas di Kepulauan Aru. Nuri jenis ini termasuk yang umum ditemukan di padang rumput daratan rendah dan sesekali di kawasan hutan. Namun ia juga pernah ditemukan di perkebunan kelapa di Sungai Kemp Welch, Papua Nugini. Burung ini umumnya bersuara rebut sepanjang perjalanannya, bergerombol sekitar 30 ekor atau lebih, tetapi dapat juga terlihat terbang tunggal atau berpasangan. Gaya terbangnya datar dan langsung. Nuri dari ganus Chalcopsitta ini panjangnya sekitar 31 cm dengan warna dominant hijau gelap. Beberapa bagian tubuh seperti kepala dan bagian bawah sayap, dihiasi warna merah. Paruhnya berwarna hitam, dengan iris mata kuning orange dan kaki abu-abu gelap. Warna merah di bagian kepala lebih sedikit pada bayi nuri aru. Selain itu terdapat tanda kuning di bagian bawah paruh bayi nuri aru, sedangkan iris matanya berwarna cokelat.

Nuri Dusky

Nuri dusky (Pseudeos fuscata) akias dusky lorry termasuk genus pseudeos. Tipenya mirip genus Eos. Namun ekornya lebih pendek dan bagian tanpa bulu dibawah tubuh lebih lebar dan leher lebih rendah. Nuri dusky menyebar hampir di semua tempat sekeliling Pulau Irian, mulai dari pesisir pantai sampai ke pelosok tapi tidak di bagian tengah pulau. Di Pulau Yapen (Irian), nuri dusky bermukim di kawasan Teluk Geelvink. Dusky menyukai hutan dan padang rumput sampai di ketinggian 2.000 m dpl. Mereka terbang bergerombol 20 sampai 100 ekor di antara cabang-cabang pohon dan bunga hutan. Terbangnya lurus dan langsung. Saat makan mereka terlihat jinak dan mudah didekati. Di Manokwari, Irian Jaya, nuri dusky memangsa buah batu kecil berwarna hitam, kayu berwarna hijau terang, dan sayuran, serta sesekali memakan bagian dari bunga. Burung jenis ini bertelur sekitar bulan Juli dengan ukuran telur kira-kira 3cm x 2cm.

Nuri Cokelat

Lory ini menyebar di pantai utara Pulau Irian. Ada dua subspesiesnya, yaitu C.d. duivenhodei dan C.d. syringanuchalis. Burung ini hidup di daratan rendah sampai ketinggian 200 m dpl. Sering terlihat bergorombol 6-8 ekor atau berpasangan, terbang di puncak pohon-pohon hutan lebat. Sayangnya tidak banyak catatan mengenai kebiasaan-kebiasaan burung ini. Panjang tubuh nuri cokelat ini rata-rata 31 cm, diselimuti warna hijau olive atau kecokelatan. Bagian kepala dan leher berwarna kuning. Warna-warna kuning di beberapa bagian tubuh nuri betina lebih sedikit pada nuri cokelat jantan. Iris mata berwarna kemerah-merahan dan kaki berwarna hitam abu-abu, sedangkan perutnya berwarna hitam. Pada bulan Apir, nuri-nuri jantan mulai membuat sarang di batang-batang pohon besar di hutan. Dua nuri betina dalam kondisi bertelur akan dikumpulkan bersama seekor jantan dalam bulam yang sama.

Nuri Ternate

Nuri ternate (Lorius garrulous) alias chattering lorry memang hanya tersebar di Pulau Ternate. Sebagaimana nuri merah kepala hitam, nuri ternate juga berasal dari genus Lorius. Ada 4 subspesiesnya, yaitu L.g. garrulous yang ditemukan di Pulau Halmahera danPulau Weda, L.g. flavopalliatus yang dikenal juga dengan nama Yellow-backed lorry dan terdapat di Pulau Bacan dan Obi, serta L.g. morotaianus yang hanya terdapat di Morotai. Di Morotai nuri ini sangat populer sebagai burung peliharaan. Sering terlihat memakan bunga-bunga kelapa sambil terbang berpasangan.Panjang tubuh nuri ternate sekitar 30 cm dengan warna didominasi merah dan gelap pada bulu di atas sayap. Peruhnya berwarna cokelat kekuningan dan iris mata berwarna oranye. Kakinya abu-abu gelap, sedangkan kaki bayi nuri berwarna cokelat gelap.

Nuri Pelangi

Nuri pelangi (Trichoglossus haematodus) atau rainbow lorry terkadang disebut juga burung kasturi. Burung ini termasuk genus Trichoglossus. Nuri dalam kelompok ini berukuran kecil dengan ekor agak bersudut. Tidak terdapat bagian tanpa bulu pada bagian bawah rahangnya. Nuri pelangi menyebar di Pulau Bali, pulau-pulau di laut Flores, sampai ke Papua Nugini, Kepulauan Solomon, timur dan barat daya Australia sampai ke Tasmania. Nuri pelangi memiliki 12 subspesies yang kaya warna. Ciri khas nuri jenis ini terletak pada bulu bagian bawah tubuhnya yang bersisik-sisik dengan warna-warna yang menarik. Habitat nuri pelangi adalah daratan rendah. Di daerah tertentu ia memilih pohon kelapa, hutan kayu, dan sering juga terlihat di taman kota dan taman-taman hutan lainnya. Burung ini juga diperkenalkan ke pulau-pulau lain yang tersedia pakannya. Misalnya nuri apalangi dari Bali dipindahkan ke Lombok setelah di pulau tersebut ditanam kopi secara besar-besaran. Nuri pelangi senang terbang berpasangan atau bergerombol sampai ratusan ekor di lokasi penuh bunga. Rombongan ini terlihat ramai danribut. Terbang rendah di antara pucuk-pucuk daun sambil berteriak-teriak. Pakannya terdiri dari serbuk sari, madu, buah-buahan seperti bei, biji-bijian, pucuk daun, dan serangga. Terkadang mereka juga merusak buah-buah yang ditanam seperti apel dan pir. Bahkan menghancurkan kebun gandum dan sorgum untuk mengisap cairan dalam bijinya.