Rabu, 07 Desember 2011

Seputar burung trucukan

Trucukan atau jog jog atau juga disebut Merbah cerukcuk menyukai tempat-tempat terbuka, semak belukar, tepi jalan, kebun, dan hutan sekunder. Burung ini sering berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain. Tidur berkelompok dengan jenisnya, di ranting-ranting perdu atau pohon kecil.
Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Di pekarangan, burung ini kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak. Selain itu ia juga memangsa aneka serangga, ulat dan hewan kecil lainnya seperti cacing. Merbah cerukcuk menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari makanan di atas tanah daripada jenis merbah lainnya.

Berbunyi nyaring dan berisik, cok, cok, ..cok-cok ! ; siulan pendek cuk-co-li-lek.. berulang, terkadang dengan cepat; atau nyanyian bersuara lemah mirip gumam atau gerutuan burung. suara burung ini hampir mirip dengan suara burung cucak rawa, karena itulah burung trucukan yang bersuara ropel ini sering dipakai untuk memaster burung muray batu.

Sarang burung trucukan berbentuk seperti cawan yang terbuat dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus, dijalin dengan serat tumbuhan dan menempel pada dahan. Di wilayah Jawa Tengah sering pula didapati pula sarang yang dibangun di sela-sela buah pisang.
Burung ini bisa bertelur antara dua atau tiga butir yang berwarna keputihan berbintik coklat atau ungu. Tercatat bersarang sepanjang tahun, dengan puncaknya Maret sampai Juni.
Burung ini menyebar luas di Asia Tenggara, Semenanjung Malaya dan Filipina. Di Indonesia didapati di Sumatra dan pulau-pulau di bagian timurnya, Kalimantan, Jawa dan Bali. Diduga diintroduksi ke Lombok dan Sulawesi Selatan. Umum terdapat sampai ketinggian 1.500 m dpl.


Berikut adalah gambar - gambar pemilihan bakalan trucukan yang bagus dan berkelamin jantan berdasarkan sumber dari kicaumania.org [ kicaumania.org]