Jumat, 20 Januari 2012

Cucak Hijau Jember, cucak hijau paling berkualitas

Cucak hijau (CH) yang selama ini dikenal paling sip berasal dari Jember/Banyuwangi (ini daerah yang sama). Kedua, adalah CH daerah Blora Jateng. Yang saat ini banyak di pasaran adalah CH sumatranan dengan ciri warna hijaunya cenderung tua berkilau kekuning-kuningan; badan relatif lebih kecil dibanding CH Jember atau Blora.

Untuk CH Blora atau banyuwanginan/jember, biasanya disimpan rapat oleh penjual di pasaran dan hanya diberikan kepada pelanggan atau pembeli umum dengan harga khusus. Untuk CH Jember atau Blora, selain tubuh relatif besar, bulunya terlihat hijau mudah cenderung kusam.

Makanan dan perawatan
CH seperti halnya jenis cucak lainnya suka sekali buah (terutama pisang) dan serangga (terutama jangkrik atau belalang jenis kecil) serta ulat bumbung. Itulah makanan utama dan kesukaan mereka.

Untuk pemeliharaan rumahan, hendaknya dibiasakan makan voor. Untuk burung bakalan, latihlah dengan cara menempelkan sejumput voor ke buah pisang, begitu sampai sepekan dua pekan, niscaya CH bakal doyan voor. Tapi pada saat yang sama, sediakan voor di tempat pakan tersendiri.

Biasakan memberi jangkrik (pagi, siang, sore masing-masing sebanyak 4 sampai 8 ekor, tergantung tingkat “kelaparan” si CH) dengan cara menyorongkan langsung dari tangan. Pada tahap-tahap awal, sorongkan dengan lidi agar burung tidak ketakutan, begitu terus sampai pada saatnya nanti CH jinak dan berkicau berkepanjangan dengan nyaringnya kalau kita goda dengan jangkrik.

Cara memandikan ya seperti burung lainnya, karamba ok, semprot juga boleh; hanya saja jangan terlalu lama menjemurnya (1 jam pagi hari sudah cukup; dan satu jam lagi sore hari juga bagus kalau sempat).

Hal yang umumnya dikeluhkan pemelihara CH adalah rontok bulu pada CH yang biasanya terus-menerus nyulam (berganti bulu tidak serempak). Ini biasanya terjadi kalau burung sedikit stres atau makanan yang berganti-ganti (usahan selalu menggunakan voor yang sama; apapun merknya).

Keunggulan CH: mudah menirukan suara lain (mudah dimaster)/ mudah diberi suara isian.
Kelemahan: Mudah melupakan suara isian lama kalau mendengar suara isian baru.
Untuk mendapatkan kualitas suara yang stabil, perlu terus ditempel sang master (terbagus adalah jangkrik, walang kecek, lovebird atau cucak jenggot).



Sumber:
http://jemberkicaumania.blogspot.com