Selasa, 13 Maret 2012

Egg Binding Kenari

Untuk kita yang mencoba beternak burung, pastilah kita akan merasakan begitu banyak hal-hal baru, yg unik, aneh, terkejut, merasakan senang dan mungkin bingung dengan dinamika yg terjadi dari aktifitas beternak burung yg dilakoni. uniknya mungkin melihat prilaku dari burung-burung ternak kita yang memiliki gaya dan kebiasaan tertentu, aneh mungkin melihat kok burung-burung kita tidak juga segera berproduksi, terkejut misalnya melihat burung tiba-tiba sakit, dan mati, senang mungkin melihat burung-burung ternak kita lancar berproduksi, sehat, aktif dan selanjutnya mampu memberikan keuntungan financial bagi peternaknya…he he he. tapi mungkin juga kita dibuat bingung dengan hal-hal yg terjadi terhadap burung – burung ternak kita, suatu hal yang menurut sy sering dan umum terjadi terhadap dunia peternakan burung adalah, babon atau indukan betina yang tidak bisa mengeluarkan telur dan akhirnya mati. tak terkecuali terhadap burung kenari.

Egg binding atau telur-lengket atau terjepit adalah masalah yang sering terjadi pada burung betina dengan ukuran kecil. Burung kenari, lovebird dan parkit adalah beberapa contoh burung yang sering mengalami egg binding. Telur yang “terjerat” seperti lengket bisa menjadi masalah serius dan burung masuk dalam keadaan darurat, yang membutuhkan perawatan khusus dan bisa jadi harus profesional. Sayangnya, beberapa burung tetap tidak tertolong meski medapat perawatan ini. Untuk selanjutnya, istilah egg binding saya terjemahkan sebagai telur-lengket.



PENYEBAB
Infeksi, trauma pada saluran reproduksi, sarang burung tidak memadai, besaran telur berlebihan, obesitas/kegemukan, dan masalah gizi adalah beberapa faktor yang terkait dengan masalah telur-lengket. Burung dengan asupan pakan yang tidak seimbang atau dengan asupan kalsium yang tidak memadai sangat rawan menderita telur-lengket. Bukan hanya telur yang terlalu keras sebagai penyebabnya, bahkan telur yang lembek juga bisa menjadi penyebab telur-lengket. Beberapa burung sering mengalami hal itu, dan beberapa faktor lingkungan lain seperti hipotermia dapat juga menjadi penyebab. Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Kalau pada manusia, hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Menentukan penyebab telur-lengket secara pasti memang tidak mudah.

GEJALA
Burung yang memiliki masalah telur-lengket sering menunjukkan depresi, nafas tersengal-sengal, tegang, distensi perut, kotoran sedikit, suka mengepak-ngepakkan sayap, dan nafsu makan turun. Bahkan ada yang menderita lumpuh atau mungkin patah tulang karena kalsium tidak memadai. Hal seperti itu juga merupakan gejala penyakit burung lainnya. Tekanan dari telur yang terjebak bahkan dapat mengganggu fungsi syaraf menuju kaki. Kadang-kadang gejalanya dimulai dari perilaku burung yang hanya duduk di bagian bawah kandang.
DIAGNOSA
Tidak sulit untuk melihat telur pada burung yang terlentang. Benda keputih-putihan yang terlihat melingkar tepat di atas telur adalah grit yang berada di dalam ventriculus.
Tidak sulit untuk melihat telur pada burung yang terlentang. Benda keputih-putihan yang terlihat melingkar tepat di atas telur adalah grit yang berada di dalam ventriculus.
Pada burung yang telurnya terjebak atau terikat itu biasanya sudah bisa dilihat gejala awalnya dengan mengamati bagaimana kondisi dan perilakunya ketika mereka memulai masa bertelur. Beberapa burung menunjukkan perilaku seksual tertentu dan pada saat yang sama mulai membangun sarang. Ketika itu, gejala perut buncit, yang bisa dilihat secara kasat mata atau melalui rabaan tangan, sudah bisa untuk mendeteksi gejala telur-lengket. Misalnya, perut buncit terasa keras atau kenyal.
Perut buncit bisa menandakan bahwa sebenarnya telur sudah siap keluar tetapi tetap lengket dan burung tidak bisa mengejan untuk mengeluarkannya. Ketika burung akhirnya kuat untuk mengejan dan mengeluarkannya, kadang kondisinya jadiu drop. Namun jika tidak bisa juga mengeluarkan telur yang lengket terjerat, burung biasanya tidak tertolong lagi.
Ada tanda-tanda lain yang bisa dilihat untuk memastikan apakah burung akan mengalami telur-lengket atau tidak. Namun cara ini biasanya hanya dilakukan di negara-negara yang sudah memandang tinggi kesehatan burung sebagaimana kesehatan manusia.
Caranya adalah dengan menggunakan sinar-X. Sinar-X bisa memberi bantuan yang signifikan dalam membuat diagnosis atas telur-lengket, tetapi hanya bisa dilakukan jika burung cukup kuat. Cangkang telur seharusnya memiliki kandungan kalsium tinggi, dan melalui penyinaran, akan diketahui seberapa bagus komposisinya. Hal ini bisa terdeteksi dengan sinar-x yang terintegrasi dengan sebuah radiograf.




PENGOBATAN


Burung yang mengalami telur-lengket sangat menderita dan memerlukan perawatan darurat. Dia menderita hipotermia dan karenanya memerlukan pemanasan segera. Hipotermia bisa menyebabkan burung keracunan ketika mereka tidak mampu menghilangkan produk sampah di dalam tubuhnya. Saat itu juga bisa terjadi dehidrasi akibat rendahnya asupan pakan yang kita berikan selama ini. Dalam kondisi ini, cairan hangat bisa diberikan kepada burung.
penanganan egg binding atau telur lengket pada burung penangkaran
Burung ini sedang diperiksa dengan spekulum yang dilumasi untuk menentukan secara pasti penyebab telur-lengket. Selanjutnya, telur disedot jarum yang dimasukkan lewat spekulum tersebut. Tanda panah menunjuk pada alat pencahayaan (intensitas tinggi) yang memungkinkan kita melihat secara lebih jelas kondisi di dalam perut burung.
Di Barat sana, ketika burung mengalami shock, biasanya dilakukan pemberian cairan cairan melalui kateter intraosseus . Kalsium juga diberikan untuk membantu kontraksi otot agar burung bisa mengeluarkan telur dengan daya yang mereka miliki. Obat untuk merangsang rahim agar berkontraksi juga biasa digunakan.
Jika terapi medis tidak bisa digunakan untuk membantu burung mengatasi telur-lengket, di Barat sana sering digunakan “tangan digital” yang disorongkan untuk membantu burung mengeluarkan telur yang lengket. Jika telur menempel dan menekan rahim, bantuan seperti itu sering tidak tidak berhasil. Langkah susulan berikutnya adalah memasukkan suntikan dengan jarum suntik terpasang yang langsung ditembuskan ke dalam telur dan menyebabkan telur pecah dan pembersihan telur-lengket menjadi lebih mudah.