Selasa, 24 April 2012

Paok



Berukuran sedang, yakni 18cm, bertubuh gemuk dan berwarna-warni. Dada nya berwarna merah karat, alis coklat pucat dan punggung berwarna hijau. Sayap biru terang dengan bercak putih, tenggorokan putih, tunggir merah. Iris coklat, paruh kehitaman, kaki coklat pucat.Siulannya keras, berbunyi “pu-wiu, pu-wiu” dengan nada kedua lebih tinggi.Di Kalimantan, suaranya dipercaya merupakan petanda datangnya hujan

Penyebarannya meliputi India tenggara, Cina barat daya, dan Asia Tenggara. Pada musim dingin ke Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Di Sumatera (termasuk pulau-pulau sekitarnya) dan kalimantan (termasuk Kep.Natuna), burung migran dan pengunjung musim dingin yang cukup umum terdapat sampai ketinggian 1.000 m. Tercatat di kebanyakan habitat hutan, termasuk kebun. Pengembara kadang-kadang dapat mencapai Sulawesi dan Filipina
Sering mengunjungi semak-semak, hutan sekunder, dan hutan mangrove. Tidak pernah jauh dari pantai. Berjalan diam-diam, berlompatan di atas tanah seperti anis. Pada malam hari, beristirahat pada semak yang rendah, hanya satu meter di atas tanah. Sering berburu di sepanjang badan air. Mereka bermigrasi setiap tahun. Terbang pada malam hari dan pada saat bulan baru. 


Mereka makan cacing, siput dan serangga. Mereka membangun sarang yang berbentuk bola. Bentuknya agak rumit, dan terbuat dari gabungan akar, rumput, daun dan lumut, seringkali diletakkan diantara akar-akar pohon di dekat air. Telur nya berwarna putih atau krem. Telur Paok-bersayap biru dierami selama 15-17 hari. Jumlah telurnya adalah 3-4 bu