Selasa, 01 Mei 2012

Burung-madu Bakau ( Leptocoma calcostetha


Berukuran sedang (13 cm), berwarna kehitaman. Jantan : tubuh bagian atas hitam dengan warna hijau mengkilap, setrip kumis dan dada ungu; tenggorokan dan dada atas berwarna tembaa gelap mengkilap. Perbedaannya dengan burung madu-pengantin : Ukuran lebih besar, tanpa warna merah pada dada, sisi tubuh kuning. Betina : kepala abu-abu, punggung berwarna zaitun, tenggorokan keputih-putihan, perut kuning kotor, penutup ekor bawah putih.Iris coklat, paruh dan kaki coklat.

Suara :
Getaran yang dalam.

Penyebaran global :
Asia Tenggara, Palawan, Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.

Penyebaran lokal :
Sumatra, Kalimantan, Jawa. Penetap yang tidak umum di hutan mangrove, perkebunanm dan pepohonan, di pantai-pantai(termasuk pulau-pulau disekitarnya). Tidak umum di hutan pantai dan hutan mangrove di Jawa (termasuk Karimunjawa). Di Bali tidak tercatat.

Kebiasaan :
Hidup di hutan mangrove, di kebun kelapa di pantai atau tegakan cemara.Terbang dengan tukikan yang keras.



Makanan:

Tepung sari, nektar, dan serangga kecil.

Perkembangbiakan:
Bersarang di rawa bakau. Telur 2 butir berbintik coklat yang diletakkan pada sarang berbentuk kantong menggantung yang khas. Tercatat berbiak pada bulan Maret, Juni dan November.