Kamis, 23 Agustus 2012

PEMBIBITAN TANAMAN LADA MENJANJIKAN

PEMBIBITAN TANAMAN LADA MENJANJIKAN


USAHA pembibitan tanaman kini mulai banyak diminati para petani dan kaum muda yang hendak merintis wiraswasta di bidang pertanian. Karena usaha penyediaan bibit tanaman menjanjikan keuntungan dan tidak memerlukan lahan yang luas.

Barangkali,usahatani pembibitan tanaman yang saat ini dibutuhkan dan prospeknya cerah sehingga menjanjikan keuntungan,adalah pembibitan tanaman lada.Tanaman yang merambat ini bisa melalui biji maupun stek. Namun,karena pembiakan dengan biji membutuhkan waktu relative lama dan keterampilan khusus,maka cara pembibitan biji banyak ditinggalkan para penangkar.

Sedangkan cara pembiakan dengan stek yang banyak dilakukan orang masih tradisional,yakni menanam langsung stek batang sepanjang tujuh ruas. Untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak,tentu saja sangat tidak ekonomis,karena akan terjadi pemborosan bahan stek.

Kini dikembangkan cara baru yakni penggunaan stek pendek satu ruas.Penggunaan stek pendek satu ruas ini,selain dapat menghemat lahan, juga mempermudah dalam pengangkutan.

Stek pendek satu ruas ini diambil dari sulur panjat batang lada yang sudah cukup umur dan ukurannya sebagai bahan induk/bibit.Sulur yang diambil hendaknya yang tumbuhnya mengarah ke atas dan melekat pada tiang sandaran.Sulur yang baik untuk bahan stek yakni yang telah berumur 5-9 bulan.

Bahan stek ini harus diambil dari pohon induk yang baik pertumbuhannya hijau tua dan tinggi,sehingga diharapkan sifat baik induk dapat menurun kepada stek yang baru.Stek tanaman lada hendaknya diambil dari bagian yang memiliki akar dan tunas tidur antara helaian dan ruas daun.

Pengambilan sulur dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam dan steril.Kemudian sulur dipotong pada setiap ruas yang memiliki satu helai daun,mata telur dan akar lekat.Stek yang tidak memiliki akar lekat dipisahkan dari yang memiliki akat lekat.

Selanjutnya stek yang sudah dipotong-potong dan memiliki akar lekat itu disemaikan dalam bak persemaian yang diisi pasir.Sedangkan stek yang tidakmemiliki akar lekat,sebelum disemaikan terlebih dahulu pangkalnya dicelupkan ke dalam hormone tumbuh,misalnya Rhizopon AA.Setelah itu, baru disemaikan ke dalam persemaian tadi dan semua ditutup dengan sungkup plastic,yang fungsinya untuk memperoleh kelembaban yang tinggi serta suhu yang rendah.Kelembaban tinggi dan suhu rendah akan merangsang pertumbuhan stek.Kalau stek setelah berumur 3-4 minggu disaat sungkup segera dibuka.

Untuk selanjutnya stek dipindahkan ke dalam plybag (kantong plastic hitam) yang sudah diisi dengan media tanam yakni tanah bercampur pupuk kandang dengan perbandingan 2:1.Sebaiknya setiap polybag itu diberi pupuk buatan,misalnya,urea masing-masing 0,5 gram.
Kini tinggal pemeliharaan stek.Polybag berisi stek tanaman lada ini disusun secara teratur di tempat yang teduh,bisa dibawah pepohonan maupun naungan khusus yang terbuat dari pelepah kelapa,alang-alang dan sebagainya.Kemudian dilakukan penyiraman setiap hari kecuali bila hujan turun.
Jika tampak adanya gejala serangan hama dan penyakit yang menyerang maka harus segera dilakukan penyemprotan pestisida.Jika terjadi serangan hama serangga bisa digunakan insektisida.Namun sering pula terjadi serangan cendawan sehingga pengendaliannya harus menggunakan fungisida.
Sedangkan pemeliharaan lain adalah pembersihan terhadap gulma.Kalau pada polybag bisa dicabuti pakai tangan dan pada tanah tempat penyimpanan polybag harus menggunakan arit dan sejenisnya.Pemeliharaan tersebut harus dilakukan secara teratur dan secara terus menerus sampai bibit lada siap ditanam di lahan perkebunan maupun dipasarkan