Selasa, 13 November 2012

Merpati

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiutYxCsVRH7niK_tlo7rMVugU52_58k3YFRrLBN0Y9tM_A3kLobwSwpzD3MfnDW4ypAt9wDS-aFH8ZYBoXV2GlXQL8lzq8fx1kcnPCV2PEOQ5tZhjHyBf-enfGbfvjqd_HZbErN0db7c/s1600/merpati.jpg

Merpati liar terkadang lebih tahan terhadap virus yang dewasa ini berkembang seperti virus H5N1 yang menyerang sebagian besar burung yang ada di permukaan bumi , terutama Indonesia . Burung merpati ini juga termasuk salah satu jenis burung yang resisten terhadap virus .


Terkadang , hanyalah patek dan ND penyakit yang mampu menyerang burung jenis ini , itupun juga dapat sembuh sendiri seperti patek . Penyakit patek sebenarnya tak perlu di obati , karena suatu saat akan sembuh dengan sendirinya , dalam catatan kandang selalu bersih .

Selain kandang yang bersih , mininmal setidaknya kandang terkena sinar mataharti langsung selama 30 menit , itupun kandang setidaknya 30% harus tersinari oleh matahari . Selain itu juga , sirkulasi di dalam kandang harus terjaga dengan baik , karena apabila tidak akan lebih menumbuhsuburkan penyakit yang mungkin ada di kotoran si burung sendiri yang sering disebut dengan ''deep flooring'' 

Lebih bagus lagi usaha pembersihan kandang dilakukan setiap harin karena terdapat juga ''good bacteria'' dengan kriteria jenis virus tersebut tidak berwarna dan tidak berbau .