Minggu, 18 November 2012

Poksay Jambul dan Poksay lokal

Sekilas tidak ada perbedaan diantara kedua burung ini poksay jambul dengan poksay sumatera , tetapi jika kita bandingkan kedua gambarnya maka akan tampak jelas perbedaannya bisa terlihat. disinilah ke teletian sebelum mengenali jenis jenis burung dibutuhkan agar kita tidak salah pilih sewaktu membeli burung jenis ini. 
wajar saja kalau kedua jenis ini memiliki kemiripan karena poksay sumatera atau poksay hitam putih ( garrulax bicolor) adalah subspesis dari poksay jambul ( garrulax leucolophus ) selain itu masih ada 50 spesis dari jenis ini yang sama sama memiliki kemiripan. 

POKSAY JAMBUL
POKSAY JAMBUL
poksay jambul atau white crested laughingthrush (garrulax leucolophus) adalah burung endemik indochina yang sering dijumpai di pegunungan pegunungan himalaya hingga pebukitan di wilayah indochina. burung poksay ini hampir mirip dengan kerabatnya poksay sumatera hanya saja yang membedakan adalah jambulnya yang khas dan warna badannya yang berwarna coklat dengan warna putih pada bagian kepala hingga dadanya dengan garis mata tebal berwarna hitam. suara burung ini terkenal sangat keras dan bisa sangat bervariasi. 
Burung ini pernah meramaikan perdagangan burung kicauan beberapa tahun yang lalu, suaranya yang khas mampu merebut hati penggemar burung kicauan pada waktu itu, namun seiring berjalannya waktu, keberadaan burung inipun sangat sulit ditemukan di pasar pasar burung di indonesia. 

Suara poksay jambul




POKSAY SUMATERA (POKSAY lOKAL)


POKSAY SUMATERA
Poksay sumatera atau poksay lokal atau the sumatran laughingthrush atau sering juga disebut black and white laughingthrush ( garrulax bicolor) sesuai namanya burung poksay ini hanya memiliki dua warna saja yaitu hitam pada bagian badannya dan warna putih pada bagian kepala hingga leher dengan garis mata berwarna hitam dan yang paling membedakannya adalah burung ini tidak memiliki jambul (crest) . burung ini adalah endemik dari pulau sumatera indonesia. dan merupakan salah satu subspesis dari poksay jambul (garrulax leucolophus). keberadaan burung ini masih banyak ditemukan di hutan hutan sekitar sumatera, namun penangkapan liar yang tidak terkontrol akan bisa membuat keberadaan burung ini menjadi semakin langka seperti halnya burung poksay jambul. 
Suara burung ini sangat keras dengan irama yang monoton. 

Suara poksay sumatera 



RAWATAN HARIAN 
Secara umum rawatan harian kedua jenis burung ini adalah sama, karena keduanya termasuk burung omnivora yang menyukai buah buahan serta serangga dan binatang binatang kecil seperti kadal.  kandang yang digunakan sebaiknya kandang yang berukuran besar dan kokoh karena karakter burung ini yang senang melompat lompat. dan dalam penggantungannya sebaiknya hindari menggantung burung ini dekat dengan burung yang mudah stress jika dikagetkan dengan suara yang kencang dan keras seperti murai batu, cucak hijau dan anis merah karena kedua burung ini sama sama bersuara kencang dan keras.