Kamis, 06 Desember 2012

Harus Pas!

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigGWFo49IV_WWBY1g1cUp5hdlYMj5FUZXM4RWMeJmMkD3U1uJud3xutpmbubEJQUG2rcns-BJ0kQhFfdo0bZvTrXvNCzmDUuh-EMiCbYGGiFZuUJzxTmyYrRjCRPc3euJE4tNXFQvuX_I/s1600/IMG_2899.JPG

Mengatasi cuaca yang kurang bersahabat bagi kebanyakan cendet, Budi Robot (BnR) kicaumania Surabaya merasa tidak terlalu khawatir. Perlakuan terhadap cendet-cendet jawaranya seperti Teroris yang pernah dilirik laskar BnR Pusat pun terbilang masih standart. Hanya saja Budi mengakui bahwa di musim hujan seorang kicau mania yang memiliki cendet harus lebih jeli mengamati perkembangan cuaca harian. 


“Cendet itu mutlak harus kena panas sinar matahari agar staminanya tetap prima. Oleh karena itu bila ada sinar matahari meski sejam saja langsung saja dijemur. Kalau mendung lebih baik tidak usah dikeluarkan termasuk tidak dimandikan,” ungkapnya saat ditemui latber BnR ThR Surabaya.


Sementara untuk masalah makanan, pengusaha kue Pia tidak ambil pusing. Perubahan yang terjadi terhadap pola pemberian pakan juga tidak mencolok. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun mencetak jawara-jawara cendet, ia mengingatkan agar kicau mania tidak sembarangan mengatur pola makan cendet di musim penghujan.


Meskipun apa yang akan diungkapkan Budi bukanlah sebagai patokan standart, tetapi setidaknya kicaumania dapat bercermin atas pengalaman memperlakukan cendet jawara. Prinsipnya Budi tidak terlalu mengubah pola makan cendet-cendet andalannya.


Namun karena musim hujan, pemberian ulat hongkong ditambah sedikit dan jangkrik ditambah lebih banyak. “Kalau ulat hongkong terlalu banyak takut merusak mata cendet. Bila main ulat hongkong tentunya harus berani jemur lebih banyak agar seimbang,” ujar Budi Robot


Sedangkan penambahan ransum jangkrik pada cendet justru untuk membantu cendet menstabilkan panas tubuhnya. Jangkrik yang biasa diberikan 3 ekor per hari, oleh Budi dijadikan 5 ekor per hari.