Jumat, 18 Januari 2013

Burung Hwamei / Wambie (Leucodioptron canorum)

Umum

Burung Hwamei (Leucodioptron canorum) atau formerly Garrulax canorus merupakan burung berkicau yang berasal dari negeri china dan  pernah mengalami masa jaya pada era 90’an.
Hua-mei dalam bahasa China adalah alis yang dicat. Burung ini juga sering disebut dengan nama lain wambi.
Burung ini setingkat dengan burung lain pada era 90’an seperti robin peking, samho, poksay, dan jalak hongkong. Pada saat itu burung ini sangat mudah ditemukan di pasaran karena China mengekspor jenis burung ini ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Burung yang hidup dengan membuat kelompok kecil ini sempat merajai arena-arena lomba-lomba atau kontes burung berkicau di era 90’an.
Namun untuk saat ini burung ini sangat sulit untuk ditemukan di Indonesia. Penyebabnya adalah karena pemerintah Indonesia menutup keran impor burung hidup dari negeri China untuk menghindari resiko flu burung.
Kalaupun saat ini ada yang menjual burung ini di Indonesia pasti harga sangat mahal dan kondisi usia burung sudah tua.

Ciri-ciri

Ciri-ciri umum :
  • Memiliki suara kicauan yang keras dan tajam
  • Memiliki garis putih yang melingkar yang terlihat seperti kacamata pada sekeliling kedua matanya
  • memiliki paruh yang berwarna cokelat

Burung wambie jantan :
  • Rajin berkicau
  • Memiliki  suara kicauan yang lebih bervariasi
  • Pandai meniru suara burung lain
  • Warna bulu coklat dan terlihat mengkilap
  • Memiliki alis mata yang tebal dan tajam
  • Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, panjang dan ramping bila dibandingkan dengan betina

Burung wambie betina :
  • Suara kicauan monoton, hanya mengeluarkan suara “sieerr… sieerr… siierr” untuk memanggil burung wambie jantan
  • Warna bulu cokelat yang terlihat agak kusam
  • Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan pendek bila dibandingkan dengan jantan.

Sifat

Burung hwamei merupakan berkicau yang pintar meniru suara burung lain. Burung ini mengeluarkan suara yang tajam, keras dan bervariasi.
yang keras, tajam dan bervariasi menjadikan burung ini memiliki cukup banyak peminatnya baik di negara asalnya ataupun di negara-negara asia lainnya seperti thailand, malaysia, philipina bahkan indonesia.
Burung hwamei memiliki tingkat temperamen yang tinggi sehingga di negeri asalnya burung ini sering dijadikan sebagai burung aduan seperti halnya sabung ayam di indonesia dimana burung yang dianggap kalah adalah burung yang mati.

Habitat

Habitat burung ini adalah di hutan terbuka, hutan sekunder, semak-semak belukar, kebun, dan taman yang terletak diketinggian 1800 dpl. Burung ini sering terlihat  bersembunyi di dalam pepohonan yang rindang ataupun di dalam semak belukar yang selalu dekat dengan aliran air sungai.

Makanan

Makanan alami burung hwamei adalah buah-buahan hutan, cacing tanah  ataupun serangga-serangga kecil. Burung ini mengais dedaunan di atas tanah untuk mencari buah-buahan yang terjatuh dari pohon atau cacing tanah dan serangga kecil.

Reproduksi

Musim kawin burung hwamei biasanya berlangsung antara bulan Mei hingga Juli. Menjelang musim kawin burung hwamei akan membuat sebuah sarang yang menyerupai  cangkir besar.
Sarang ini  dibuat di atas ketinggian tanah sekitar 2 meter  pada semak belukar atau pohon. Dalam satu kali masa bertelur burung ini bisa bertelur sebanyak 2-5 butir telur yang berwarna biru atau biru kehijau-hijauan.

Perawatan harian

Perawatan harian burung ini hampir sama saja dengan burung yang bertipe fighter seperti Muray batu, Kacer, dan Tledekan.
  • Sebaiknya hindari menggantung 2 ekor burung yang sama secara berdekatan atau saling melihat karena hal itu bisa berpengaruh pada mental dan juga kondisi si burung.
  • Untuk EF (ekstra Fooding) bisa diberi belalang, jangkrik, dan buah-buahan segar.
  • Kandang untuk burung hwamei disarankan untuk menggunakan sangkar yang berbentuk bulat karena jika menggunakan sangkar biasa dikhawatirkan akan merusak bulu-bulu ekor atau paruhnya.
Burung hwamei termasuk burung yang sangat giras sehingga sering menabrak-nabrak sangkarnya hingga membuat ujung pangkal paruhnya rusak atau juga peruhnya bengkok, tetapi juga biarpun burung hwamei anda sudah jinak lebih baik tetap menggunakan sangkar berbentuk bulat.

Sumber