Minggu, 24 Februari 2013

Mengupas permasalahan kacer di lapangan


Beberapa permasalahan memang kerap terjadi pada burung kacer pada waktu dilombakan, beberapa diantaranya bahkan berhubungan dengan mental dan karakter dari burung itu sendiri, misalnya kacer yang langsung mbalon atau mbagong begitu mendengar suara kacer lain yang cukup keras. Beberapa diantara permasalahan - permasalahan kacer dilapangan ini akan kita bahas disini dengan tuntas lengkap dengan kemungkinan penyebab dan mengatasinya.



Dari sekian banyak masalah yang kerap dialami oleh burung kacer ini, beberapa diantaranya cukup populer di kalangan kicau mania penggemar burung ini, misalnya :

1. Burung kacer diam saja sewaktu dibawa lomba.
2. Burung kacer hanya bermain sebentar sewaktu dilombakan.
3. Burung kacer yang kurang ngotot.
4. Burung kacer yang suaranya serak.
5. Burung kacer yang sering njeruji.
6. Burung kacer yang volumenya kecil.
7. Burung kacer yang kurang gaya
8. Burung kacer yang sering turun kebawah.
9. Burung kacer yang mbagong.

Beberapa permasalahan tersebut biasanya sangat berkaitan dengan :
  • Usia burung yang terlalu muda ataupun terlalu tua. 
  • Mental yang kurang baik / bagus.
  • Birahi yang terlalu berlebihan (Over Birahi).
  • Kurang Stamina. 
  • Kurang Fighter. 
1. Burung kacer diam saja sewaktu dibawa lomba

Burung yang hanya diam saja atau terpaku sewaktu diajak lomba biasanya dikarenakan burung masih belum berpengalaman atau masih dalam kondisi demam panggung, hal yang perlu dilakukan adalah dengan membawanya kembali ke lapangan pada even berikutnya. salah satu faktor yang menentukan performa kacer di lapangan adalah usia, jika burung masih terlalu muda maka kondisi demikian akan sering dialami oleh burung yang pertama kali dibawa ke arena lomba.
Kondisi lainnya adalah burung kacer tersebut kurang birahi akibat setingan yang kurang pas sehingga membuat burung menjadi kurang fighter.
Kemungkinan lainnya adalah burung dalam kondisi kurang stamina ( kurang fit).

Mengatasinya :
  • Cobalah dilatih dengan burung kacer yang masih muda atau bahan untuk melatih mental tempurnya. 
  • cara lain melatih mental tempur kacer adalah dengan memasukan burung lain ke dalam sangkarnya, misalnya kacer betina ataupun burung lainnya, dengan demikian diharapkan mental fighternya akan menjadi tinggi/cepat naik.

2. Burung kacer hanya bermain sebentar sewaktu dilombakan.

Masalah burung kacer yang hanya bermain sebentar sewaktu dilombakan kemungkinan adalah burung pada awal lomba terkesan terlalu ngotot sehingga pada pertengahan atau setelah beberapa lama burung mengalami kondisi capai atau kehabisan tenaga, penyebabnya bisa jadi dari pemberian setingan EF yang kurang pas, atau kurang penjemuran sehingga burung tidak memiliki nafas yang panjang.

Mengatasinya :
Latih burung dalam kandang umbaran selama dua kali seminggu.
Berikan penjemuran dengan porsi yang lebih lama dari biasanya.
Sering dibawa latihan dengan kacer lain sambil mengatur ulang setingan EFnya.

3. Burung kacer yang kurang ngotot.

Burung kacer yang kurang ngotot sewaktu dilombakan merupakan salah satu tanda bahwa burung masih belum dalam kondisi siap tempur dengan maksimal, biasanya hal ini pengaruh dari kurangnya pemberian ekstra fooding (EF), dan kacer yang sering dipertemukan dengan burung betina juga akan memiliki karakter yang kurang ngotot sewaktu dibawa ke lomba.

Mengatasinya bisa dengan cara:
  • Menambah pemberian ekstra foodingnya baik jangkrik maupun ulat hongkong.
  • Menambah jam penjemuran.
  • Melatih stamina dan otot burung dalam kandang umbaran.
  • Membangkitkan sifat tempurnya dengan memasukan burung lain kedalam sangkarnya.
  • Sering dilatih di lapangan. 

4. Burung kacer yang suaranya serak

Tidak jarang ketika pada hari H lomba, burung kacer yang kita lombakan bersuara serak sehingga berpengaruh terhadap penilaiannya. jika kacer mengalami suara serak maka yang bisa kita perbuat adalah :
Mengganti air minumnya dengan air larutan yang banyak tersedia di toko-toko selama satu minggu sambil memperhatikan perkembangannya.
Mengurangi jam penjemuran.
Jika dirasa perlu maka bisa diberikan obat khusus untuk burung yang mengalami kondisi demikian.


5. Burung kacer yang sering njeruji.

Masalah yang kerap dialami pemilik kacer adalah burungnya yang selalu njeruji atau menabrak-nabrak jeruji kandang sambil bertingkah mengejar-ngejar burung lain sewaktu lomba.
Hal ini terjadi akibat kondisi burung yang mengalami over birahi (OB) akibat kelebihan pemberian EFnya dalam hal ini Jangkrik.

Untuk mengatasinya bisa dengan cara:
  • Mengurangi pemberian EFnya khususnya jangkrik, dan berikan Ulat Bambu atau Cacing untuk meredam atau mengurangi birahinya. 
  • Sebelum kacer diturunkan sebaiknya dimandikan dahulu. 

6. Burung kacer yang volumenya kecil.

Yang menjadi banyak pertanyaan dari kicau mania kita adalah burung kacernya yang memiliki volume suara yang kecil, inilah yang tidak diketahui oleh banyak penggemar burung kicauan di sini, dianggapnya volume suara dari burung bisa diatur sedemikian rupa sehingga menjadi bersuara kencang (volume kencang), yang harus diketahui adalah volume suara dari burung sangat tergantung pada tebal tipisnya pita suara dari burung tersebut. jadi yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan suaranya saja bukan menambah volume suara dari burung tersebut sehingga menjadi lebih kencang. Suara maksimal dari burung adalah suara yang paling terdengar kencang sewaktu diadu, maka itulah batas maksimal dari suara yang dimilikinya. Memaksimalkan suara bisa dengan cara menjemur burung dengan terlebih dahulu mencabut pakan dan minumnya, lalu setelah dijemur burung langsung diberikan air larutan rasa orange atau jeruk sebagai air minumnya. Melatih burung dalam kandang umbaran juga sangat berpengaruh terhadap suara dari burung tersebut. dengan otot dada yang kuat maka suara yang dihasilkan pun akan lebih maksimal.

7. Burung kacer yang kurang gaya.

Dalam sebuah lomba kadang ditemukan burung kacer yang terlihat kurang gaya misalnya tanpa menunjukan atraksi buka ekor ataupun gaya ngobra yang benar-benar "ngobra" ( sambil goyang kiri kanan dan buka ekor). Permasalah tersebut mayoritas adalah sudah merupakan karakter dari burung tersebutm jadi dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah melakukan setelan perubahan dari tenggerannya, misalnya dengan menggunakan metode dua tangkringan palang sejajar ataupun meyilang, juga bisa dengan mengganti kayu tangkringan yang digunakan.

8. Burung kacer yang sering turun kebawah.

Untuk mencegah burung kacer turun kebawah selama lomba, bisa menggunakan beberapa metode misalnya memberikan tali karet pada dasar kandangnya ataupun menaruh bola-bola plastik didasar sangkarnya atau cara-cara lain yang bisa mencegah burung turun kedasar.

9. Burung kacer yang mbagong.

Masalah kacer yang mbagong ini merupakan masalah yang paling banyak ditemui di setiap even atau lomba, baik itu latberan lokal maupun nasional. Mbagong adalah sifat dasar dari burung kacer yang sewaktu-waktu akan muncul jika burung mengalami kondisi : kurang fit, kurang stamina, kalah mental, kaget dan trauma. Untuk pencegahan bisa dengan cara:

  • Memberikan terapi mandi malam dengan air yang dingin.
  • Memberikan terapi mandi pasir.
  • Sering diumbar untuk melatih staminanya.
  • Burung mbagong identik dengan burung yang jinak, oleh karena itulah cobalah mentalnya dikembalikan seperti halnya burung yang liar ( jinak lalat).
  • Jika mbagong muncuk akibat burung yang birahi maka solusinya adalah disatukan dengan burung betina untuk melampiaskan birahinya.
  • Burung dimabungkan dahulu. 
  • Burung di karantina ( dijauhkan dari kacer lainnya)
  • Mengatur ulang penjemuran burung.
  • Mengatur ulang setelan pemberian EF nya. 
  • Memberikan tambahan kalsium lewat tulang sotong yang di parut kedalam makanannya. 
  • Menggantung burung dalam kerekan seperti halnya burung perkutut.

-->

Itulah beberapa permasalahan yang kerap dialami oleh burung kacer sewaktu dilombakan. yang mana semua itu berkaitan erat dengan perawatan harian yang konsisten dan rutin baik dari pemberian Ekstra Foodingnya maupun tambahan nutrisi lain baik dari suplemen maupun multivitamin.  Semoga bermanfaat

( sumber  referensi  : kicaumania.or.id)