Konservasi Jalak Bali

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqGtreOZnqWaNN7c3D1qGzIci5CutPC5QEHntWDVQaXH5I8keZuioXh0VNLpk6eZqvuCIhEl92pcD4CGE17vhEbWfQXsRzG6zvJuJ8RL87v-KLhVM4sklxIjLJlg3thcrL5fRlMO39Kfg/s320/3430812936_635e7f0d2e.jpg

Lima ekor burung jalak bali (Leucopsar rotschildi) dilepaskan di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (2/4/2012). Di Nusa Penida, populasi burung jalak bali yang merupakan satwa langka dan dilindungi saat ini sekitar 100 ekor.

Pelepasan burung jalak bali ini merupakan kerja sama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali dengan Begawan Foundation, yayasan yang bergerak dalam penangkaran burung jalak bali. Program konservasi burung jalak bali di Nusa Penida sudah berlangsung sejak tahun 2004.

"Kelima burung yang dilepas ini merupakan hasil penangkaran dari jalak bali yang bertelur di Nusa Penida," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali Ida Bagus Arnaya. Telur yang ditemukan di Nusa Penida kemudian ditangkarkan oleh Begawan Foundation di Sibang, Kabupaten Badung, Bali.

Anakan burung jalak bali, kata Arnaya, rentan terhadap ancaman predator seperti ular jika tetap dibiarkan di alam bebas. Burung itu pun dilepas kembali ke alam setelah enam bulan dalam penangkaran dan dinyatakan mampu mencari makanan sendiri di alam.-kompas
Share this article :
 
 
Support : Copyright © 2011. Trend burung - All Rights Reserved